<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Padang Online &#62;&#62; Media Ekspresi Anak Negeri Today</title>
	<atom:link href="http://www.padang-online.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.padang-online.com</link>
	<description>Padang Online Merupakan Media Informasi Aktivitas Orang Orang Padang Today dan Ekspresi Terhadap Kecintaan Terhadap Wisata , Masakan, Adat Minang Kabau Sumatera Barat Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2011 12:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tari Kontemporer Indonesia</title>
		<link>http://www.padang-online.com/tari-kontemporer-indonesia/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/tari-kontemporer-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 08:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[tari kontemporer indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tari minang]]></category>
		<category><![CDATA[tarian adat sumatera barat]]></category>
		<category><![CDATA[tarian daerah sumatera barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Tari Minang Tari Kontemporer Indonesia Tari Kontemporer Indonesia JAKARTA, KOMPAS.com — Lima penari berkostum putih dengan celana galembong, seorang di antaranya pria yang bertelanjang dada, bertemu di satu titik. Mereka memulai aksi seperti main randai, teater tradisional di Minangkabau. Dengan gerak pencak silatnya yang cekatan, mereka membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat sangat menguasai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Tari Minang Tari Kontemporer Indonesia</h1>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_463" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-463" title="tari kontemporer indonesia" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/tari-kontemporer-indonesia-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tari Kontemporer Indonesia</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">JAKARTA, KOMPAS.com — Lima penari berkostum putih dengan celana galembong, seorang di antaranya pria yang bertelanjang dada, bertemu di satu titik. Mereka memulai aksi seperti main randai, teater tradisional di Minangkabau. Dengan gerak pencak silatnya yang cekatan, mereka membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat sangat menguasai seni bela diri asli Indonesia yang diduga lahir dari Sumatera Barat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian awal gerakan Tari Syarikaik karya koreografer terkemuka, Ery Mefri, dari Nan Jombang Dance Company, Padang, saat pentas pada Minggu (14/2/2010) malam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Penampilan tari Minang kontemporer itu dipentaskan Yayasan Kelola, Jakarta, di hadapan para tamu yang terdiri dari kalangan produser, direktur festival, dan presenter dari 10 negara bagian di Amerika Serikat. &#8220;Kalau mereka tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh, mungkin ada peluang tari Minang kontemporer pentas di Amerika Serikat,&#8221; kata Ery Mefri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ery Mefri merupakan salah seorang koreografer terkemuka Indonesia yang sudah lebih dari 25 tahun berkarya tanpa henti. Karya-karyanya selalu mendapat sambutan luas. Setelah sukses tampil di Indonesian Performing Arts Market 2009 di Solo, yang digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, karya lain Ery, Rantau Berbisik; Warung Nasi Padang, telah pentas di Espalanade Theater, Singapura. Kemudian, pada Maret 2010 ini mewakili Indonesia pentas di Tokyo Performing Arts Market 2010. Ery juga sudah mengantongi undangan tampil di festival tari dunia di Essen Mulhein, Berlin, Australia, dan London sampai 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tarian Syarikaik yang ditampilkan semalam di TIM, Ery mengkritik kondisi kekinian di Indonesia. Syarikaik di Minangkabau merupakan kelompok komunitas. Syarikaik dulunya adalah tempat menyelesaikan masyarakat secara musyawarah dan mufakat, serta menghidupkan silaturahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan zaman terjadi sehingga peran dan fungsi Syarikaik kini tidak seperti dulu lagi. Sekarang sudah ada intervensi, baik oleh pemerintah maupun kepentingan lain, sehingga keberadaan Syarikaik menjadi bibit sengketa. Kebersamaan mulai luntur sehingga yang dominan adalah semakin menguatnya individualistis.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Di banyak daerah di Indonesia, kondisi seperti ini terjadi. Sudah berkumpul maka mereka bersengketa. Mestinya mereka berkumpul itu bisa menyelesaikan suatu persoalan. Bukan membuat persoalan baru,&#8221; papar Ery Mefri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tarian Syarikaik yang berdurasi sekitar 45 menit itu bercerita dengan sangat jelas dan tegas tentang situasi dan kondisi kekinian di Tanah Air itu meski mengambil adagium atau kearifan lokal Minangkabau, yang dikenal sebagai daerah yang budaya demokratisnya sangat kuat. Bahkan, (alm) Gus Dur ketika menjadi Presiden pernah mengatakan bahwa demokrasi lahir dari ranah Minangkabau, Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik dari tari Syarikaik karya Ery Mefri ini adalah, Ery tidak menggunakan musik secara artifisial, tetapi musik dimainkan penari dengan suara, tepukan tangan, hentak kaki, dan tepukan galembong.</p>
<p style="text-align: justify;">Ery Mefri mengakui, musik adalah napas dari karya tari. Akan tetapi, yang membedakan dengan koreografer lain, Ery menyalurkannya melalui penari. Setiap produksi, alat-alat musik berusaha dikurangi dan digunakan seminimal mungkin. &#8220;Karena bagi saya teriakan kesakitan tak mungkin disuarakan melalui alat musik, kecuali oleh para penari,&#8221; katanya. (Yurnaldi)</p>
<p><a title="Koreografer Indonesia " href="http://www.padang-online.com/ery-mefri-koreografer-tari-kontemporer-minang/">Koreografer Indonesia </a> | <a title="Pakaian Adat Sumatera Barat" href="http://www.padang-online.com/pakaian-baju-adat-sumatera-barat/">Pakaian Adat Sumatera Barat</a>|  <a title="rumah adat sumatera barat" href="http://www.padang-online.com/rumah-adat-sumatera-barat/">Rumah Adat Sumatera Barat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/tari-kontemporer-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koreografer Indonesia</title>
		<link>http://www.padang-online.com/ery-mefri-koreografer-tari-kontemporer-minang/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/ery-mefri-koreografer-tari-kontemporer-minang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 03:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ery Mefri]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[koreografer indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[tari kontemporer indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tari tradisional sumatera barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Biografi Ery Mefri lahir 23 Juni 1958 di nagari (desa) Saningbakar, Kecamatan Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.Ia dibesarkan di lingkungan masyarakat Minangkabau yang sangat kuat tradisinya. Anak tunggal dari pasangan Jamin Manti Jo Sutan dan Nurjanah ini mewarisi darah seni dari kedua orang tuanya.Ayahnya, Jamin Manti Jo Sutan (almarhum) adalah seorang penari tradisi yang disegani. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Biografi<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-450" title="ery mefri" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/ery-mefri.jpg" alt="" width="75" height="129" />Ery Mefri lahir 23 Juni 1958 di nagari (desa) Saningbakar, Kecamatan Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.Ia dibesarkan di lingkungan masyarakat Minangkabau yang sangat kuat tradisinya. Anak tunggal dari pasangan Jamin Manti Jo Sutan dan Nurjanah ini mewarisi darah seni dari kedua orang tuanya.Ayahnya, Jamin Manti Jo Sutan (almarhum) adalah seorang penari tradisi yang disegani. Sampai sekarang banyak karya beliau yang wajib dipelajari di sekolah kesenian di Sumatera Barat. Di samping sebagai tokoh tari tradisi Minangkabau, pak Manti (ayah Ery) juga dikenal sebagai pemuka adat. Kata “Manti” dalam rangkaian namanya, sesungguhnya adalah gelar tradisi yang berarti pemangku adat. Ibunya bernama Nurjanah, seorang penenun benang emas yang juga pandai berdendang atau melantunkan nyanyi-nyanyian tradisi Minang.<br />
Pada usia 3 tahun, Ery telah pandai menari dan berdendang. Suatu ketika ia mengikut ayahnya yang diundang mengisi acara perhelatan Nagari di desa lain. Ery kecil diminta masyarakat untuk menari. Tanpa pernah latihan dan tanpa pikir panjang ia dapat menampilkan gerak-gerak tari dengan lincah di depan umum. Padahal sebelumnya ia hanya mengamati dan menikmati apa yang dilakukan ayahnya.<br />
Setamat SD dan SMP di Solok, Ery meneruskan belajar di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) di Padangpanjang. Semasa belajar di SMKI itulah disiplin Ery berlatih tumbuh. Setelah jam belajar wajib selesai, ia tekun berlatih sejak sore hingga malam hari. Terkadang bahkan sering tidur di rumah penjaga sekolah. Inilah yang mengawali kemampuan Ery Mefri sebagai penari hingga akhirnya terpilih menjadi penari Gusmiati Suid.<br />
Ery mewarisi sikap ayahnya yang tegas, keras dan ulet. Ketegasan terlihat ketika ia melakukan proses latihan bersama kelompoknya. Kekerasan hati tercermin dalam menimba ilmu dan pengalaman yang sangat berguna dalam proses kreatif. Sementara keuletan terlihat pada kemampuan dia dalam mencari bentuk-bentuk baru karya tari.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-451" title="tari kontemporer" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/tari-kontemporer.jpg" alt="" width="269" height="179" />Minangkabau memiliki begitu banyak ragam seni tradisi: petatah-petitih, tarian, pencak silat, dan randai yang memperkenalkan Ery Mefri dengan idiom-idiom Minang-kabau. Kenyataan ini sangat mempengaruhi perjalanan karier Ery sebagai koreografer. Falsafah Minang, Alam takambang jadi guru, merupakan pegangan proses kreatif Ery Mefri.Untuk setiap koreografi, Ery dan penari-penari Nan Jombang melakoni proses pencarian yang panjang karena ia memerlukan eksplorasi maksimal. Ery Mefri yakin bahwa di tengah-tengah gerak yang sedang berjalan dan tarian yang sedang berlangsung, akan lahir musik yang mengalir dan menggelitik kepekaan diri dan kesungguhan.<br />
Memasuki usia 52 tahun, Ery Mefri terus berjuang melahirkan karya-karyanya. Tahun 2010 ini bersama kelompok Nan Jombang ia akan melawat ke beberapa negara membawa pesan pribadi yang tegas, “Jerit kesakitan kita, takkan mungkin diteriakkan orang lain!” Saat ini, Ery Mefri telah memiliki estetika dan pendekatan koreografinya yang khas. Ia mencoba mengekspresikan esensi dari tradisi melalui gerakan-gerakan baru para penari yang lahir dari pengolahan yang tekun dari khasanah tradisi Minang.<br />
Ery Mefri tak henti mengolah tradisi dan mengeksplorasi kemampuan penari. Baginya, penari tidak hanya harus mampu menghadirkan gerak di atas panggung, tetapi juga mengekspresikan musik (suara-suara). Gerakan tubuh, permainan kostum, dan suara-suara yang dihadirkan penari, ketiganya tampil dalam Syarikaik karya Ery yang telah membuka mata dunia, yang dipertunjukkan di Australia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurniasih Zaitun – Penulis<br />
Sal Murgiyanto – Editor<br />
Profil<br />
Tahun 1982 merupakan tonggak penting dalam kehidupan Ery Mefri. Tamat Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Padangpanjang, ia mendirikan kelompok tari Nan Jombang, mengikuti Festival Koreografi se-Sumatera Barat dan menjadi Juara III. Prestasi ini mendorong Ery meneruskan jejak sang ayah: serius menekuni dunia tari dan menjadi koreo-grafer. Tak ada misi khusus, selain meneladani yang diperbuat ayahnya, yaitu komitmen. “Pekerjaan apapun harus dicintai. Jangan terlalu dipikirkan hasilnya. Prinsipnya, terus bekerja dan berusaha, karena apapun pekerjaan itu jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh hasilnya akan bagus!”tegas Ery.Sejak kecil Ery akrab dengan tradisi Minang, a.l. Randai, Saluang Jo Dendang, Tari Piriang, Tari Adok, Randai Ilau (yang tanpa cerita), dan Saluang Pauah yang dilatihkan ayahnya ke anak-anak muda di kampungnya. Ery sangat mengenal dan menjiwai seni tradisi Minang, terutama Randai, dimana pelakon bukan hanya menari tetapi juga membuat ”musik” melalui tepukan-tepukan di badan dan pada kostum yang dipakainya.<br />
Tahun 1994, Ery mendapat undangan dari Asian Cultural Council di New York untuk mengikuti workshop koreografi selama 6 minggu di American Dance Festival di Durham, North Carolina, A.S. Kembali dari perjalanan penting ini, Ery menumpahkan pengalamannya dalam karya Big Question (1994) yang ditampilkan di Indonesian Dance Festival III di Jakarta.<br />
Nampaknya, interaksi Ery dengan budaya dunia menghasilkan bukan hanya ”pertanyan besar” tetapi juga perubahan besar dalam dirinya, setidaknya menurut pengamatan mantan gurunya, Gusmiati Suid. ”Ery memasuki babak baru dalam penciptaan tari. Dalam tempo singkat, ia mampu merubah penari-penari belia tampil cukup kuat!”<br />
Proses berkesenian Ery dan Nan Jombang dimulai dari evaluasi diri yang kemudian dikembangkan dengan menitikberatkan pada persoalan-persoalan realitas konkrit dimana individu itu berada. Karya yang dilahirkan dalam bentuk pertunjukan tari akan bisa dinikmati oleh individu pelaku tari itu sendiri dan masyarakat yang menontonnya. Umumnya karya-karya Nan Jombang lahir dari sebuah proses yang panjang dan memiliki bentuk tersendiri: karya tari kontemporer yang merupakan pengembangan dari tradisi.<br />
Pertanyaan besar yang dihadapi Ery tak membuatnya bergeming dari tradisi tapi dengan arif memadukannya. Karya-karya Eri Mefri berangkat dari falsafah dan fenomena kehidupan masyarakat Minangkabau. “Saya mencintai Minangkabau. Tradisi Minang yang kaya menjadi inspirasi, ruh, atau semangat di dalam karya-karya saya. Modern atau passca-modern hanyalah cara pelahiran gerak,” Ery menggaris-bawahi.<br />
Sementara inovasi tetap dipegang dan telah menjadi kekuatan Nan Jombang. “Pemanfa-atan celana galembong, tubuh, dan suara yang dipadu dengan teknik gerak yang kuat dan bersih merupakan salah satu bentuk inovasi yang kami lakukan di Nan Jombang,” Ery mencontohkan.<br />
Sepuluh tahun terakhir, Ery yang total, serius, dan intens menekuni tari telah melahirkan lebih dari 10 karya yang semakin matang dengan nilai-nilai kesederhanaan hidup dan mengkritisi kerancuan batas antara yang benar dan yang salah dalam era globalisasi. Kerja keras Ery Mefri berdampak kuat bukan hanya bagi dirinya dan kelompok Nan Jombang, tetapi juga masyarakat Minang.<br />
Tahun 2005 Ery diundang ke Australia mementaskan Garih ka Pintu, Cangka, dan Sangketo Kato. Tahun-tahun berikutnya ia bersama kelompok Nan Jombang melawat ke Singapore dan Tokyo. Tahun 2008, Ery tampil lagi di IDF IX menggarap Malinkundang dan mendapat Penghargaan “Tuah Sakato” dari Gubernur Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : bujangkatapel foundation</p>
<p><a title="Pakaian Adat Sumatera Barat" href="http://www.padang-online.com/pakaian-baju-adat-sumatera-barat/">Pakaian Adat Sumatera Barat</a>  | <a title="Cara Membuat Masakan Padang" href="http://www.padang-online.com/cara-membuat-masakan-rendang-daging-khas-padang-sederhana/">Cara Membuat Masakan Padang</a> |  <a title="rumah adat sumatera barat" href="http://www.padang-online.com/rumah-adat-sumatera-barat/">Rumah Adat Sumatera Barat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/ery-mefri-koreografer-tari-kontemporer-minang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FeedBack</title>
		<link>http://www.padang-online.com/439/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/439/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 02:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Pemerhati bidang Pendidikan dan Kebudayaan, silahkan kirim tulian anda ke e-mail : diki@padang-online.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Pemerhati bidang Pendidikan dan Kebudayaan, silahkan kirim tulian anda ke e-mail : diki@padang-online.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/439/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing, CS</title>
		<link>http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 08:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/298672_268699229821047_100000429162219_1000718_1065566535_n/' title='Auuuwwww'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/298672_268699229821047_100000429162219_1000718_1065566535_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Auuuwwww" title="Auuuwwww" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/293920_243501889022974_100000894956533_749832_3195684_n/' title='Dewa Enggung Susila'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/293920_243501889022974_100000894956533_749832_3195684_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Central Paerking Kuta" title="Dewa Enggung Susila" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/294896_270272456345917_100000894956533_838729_2013495216_n/' title='Gurowo Hasto Baskoro.'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/294896_270272456345917_100000894956533_838729_2013495216_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Vi on Tegal Wangi" title="Gurowo Hasto Baskoro." /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/318791_1913867529044_1312617225_1567026_116805180_n/' title='Inside'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/318791_1913867529044_1312617225_1567026_116805180_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Inside" title="Inside" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/liaaaaaaaaaar/' title='Liaaaaaaaaaar..'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/Liaaaaaaaaaar..-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Liaaaaaaaaaar.." title="Liaaaaaaaaaar.." /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/303276_2012801766281_1430888660_31709884_45223298_n/' title='Ron Kidz'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/303276_2012801766281_1430888660_31709884_45223298_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Ron Kidz" title="Ron Kidz" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/307724_280346231989680_100000429162219_1041346_1195767222_n/' title='So Hooot'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/307724_280346231989680_100000429162219_1041346_1195767222_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="So Hooot" title="So Hooot" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/vie1/' title='vie1'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/vie1-e1319530964150-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="vie1" title="vie1" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/303598_215592855162866_100001364605847_519254_4338342_n/' title='Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/303598_215592855162866_100001364605847_519254_4338342_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" title="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/298682_246631952043301_100000894956533_760691_8341883_n/' title='Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/298682_246631952043301_100000894956533_760691_8341883_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" title="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/298065_2014860497748_1430888660_31711613_835301908_n/' title='Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/298065_2014860497748_1430888660_31711613_835301908_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" title="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" /></a>
<a href='http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/308991_1565312189078_1723599223_849068_1735271632_n/' title='Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing'><img width="150" height="150" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/308991_1565312189078_1723599223_849068_1735271632_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" title="Viemoetzimoetz Sii Ratuu Kuciing" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/viemoetzimoetz-sii-ratuu-kuciing-cs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tokoh Sumbar</title>
		<link>http://www.padang-online.com/tiga-tokoh-sumbar/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/tiga-tokoh-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 08:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ibnu Rusdi Hadiri Mubes I PMSB Luarbisa, tiga tokoh terkemuka Sumatera Barat hadiri pembukaan Mubes I Perhimpunan Media Sumatera Barat (PMSB), Sabtu (14/5) di gedung HTT dikawasan Pondok, Kecamatan Padang Barat. Ketiga tokoh tersebut adalah Gubenur,Wagub Sumbar dan Ketua DPD RI dari Sumbar. Selain itu turut hadir beberapa tokoh lainnya, Rektor UMSB, Syofwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh : Ibnu Rusdi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadiri Mubes I PMSB</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Luarbisa, tiga tokoh terkemuka Sumatera Barat hadiri pembukaan Mubes I Perhimpunan Media Sumatera Barat (PMSB), Sabtu (14/5) di gedung HTT dikawasan Pondok, Kecamatan Padang Barat. Ketiga tokoh tersebut adalah Gubenur,Wagub Sumbar dan Ketua DPD RI dari Sumbar. Selain itu turut hadir beberapa tokoh lainnya, Rektor UMSB, Syofwan Karim, Ferianto Gani Ketua HTT Padang, Pak Tan pengusaha Asia Buscuit.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wagub Sumbar, H. Muslim Kasim dalam kata sambutan acara pembukaan Mubes “ saya sangat respon dengan perhimpunan ini, semoga bisa untuk mempersatukan visi, misi wartawan dalam rangka membangun Sumatera Barat kedepan yang selama ini terpuruk pasca digoncang gempa 30 september lalu”. Sebutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Muslim Kasim mengatakan, para wartawan adalah mitra kerja kami selaku pelaksana pemerintah daerah, diharapkan kepada jajaran eksekutif Sumbar, jadikanlah kritik dan gelitik wartawan untuk pemicu semangat untuk kebaikan sumbar kedepan. “ Saya siap dua puluh empat jam untuk memberikan informasi, tentang peristiwa yang terjadi di ranah minang ini,”</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Bupati Padang Pariaman ini, menghimbau peserta Mubes dalam membuat berita menampilkan fakta dengan berita-berita yang berimbang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua DPD RI, Irman Gusman menyebutkan bahwa tanpa wartawan apapun program kerja dari pemerintah tidak berarti apa-apa. Peran serta Pers sebagai penyebarluas informasi merupakan hal yang sangat penting. Dengan lahirnya perhimpunan Media Sumbar ini, diharapkan bisa untuk meningkatkan berbagai pembangunan Sumbar kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gubernur dalam sambutannya mendukung keberadaan organisasi PMSB sebagai wujud kebebasan berserikat dan berkumpul, “Saya tidak alergi dengan kritikan. Justru kritikan dari pers tersebut saya jadikan masukan dalam mengambil dan mengevaluasi kebijakan Pemerintah Daerah,” akunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Irwan juga menegaskan bahwa diirinya bukanlah sosok Gubernur yang  mau melakukan intervensi kepada wartawan atau media terkait pekerjaannya, “Silakan beritakan apa saja asalkan dilakukan secara berimbang dan professional,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/tiga-tokoh-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ADIWARMAN KARIM</title>
		<link>http://www.padang-online.com/adiwarman-karim/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/adiwarman-karim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 06:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh MinangKabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[ Adiwarman Azwar Karim, (lahir di Jakarta, 29 Juni 1963; umur 48 tahun), adalah ahli perbankan syariah Indonesia. Adiwarman seorang Minangkabau yang menamatkan pendidikan akhirnya di Boston University. Orang tuanya berasal dari Padang, Sumatra Barat. Ayahnya pada mulanya adalah seorang jaksa, tapi kemudian mengundurkan diri dan lebih memilih menjadi pengacara. Adi lahir empat bersaudara, semuanya laki-laki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/KARIM.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-382" title="KARIM" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/KARIM.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a> Adiwarman Azwar Karim, (lahir di Jakarta, 29 Juni 1963; umur 48 tahun), adalah ahli perbankan syariah Indonesia. Adiwarman seorang Minangkabau yang menamatkan pendidikan akhirnya di Boston University.</p>
<p style="text-align: justify;">
Orang tuanya berasal dari Padang, Sumatra Barat. Ayahnya pada mulanya adalah seorang jaksa, tapi kemudian mengundurkan diri dan lebih memilih menjadi pengacara.</p>
<p style="text-align: justify;">Adi lahir empat bersaudara, semuanya laki-laki dan sarjana hukum, kecuali Adi sendiri yang memilih menjadi sarjana ekonomi.</p>
<p>(Indonesia) Hidayatullah.com</p>
<p style="text-align: justify;">Kategori: Orang hidup | Kelahiran 1963 | Ekonom Indonesia | Alumni Universitas Indonesia |Tokoh Minangkabau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/adiwarman-karim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasib Batu di dalam sungai</title>
		<link>http://www.padang-online.com/nasib-batu-di-dalam-sungai/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/nasib-batu-di-dalam-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 14:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[oleh Dickies Napoleon Ajho pada 03 September 2009 jam 14:04 Batu..bingung!?!?!x?1 kenapa&#8230;.hujan tak kunjung datang! hingga, membuat air sungai meluap dan membuat arus menjadi deras- keras, membawa batu ke tempat lain yang mungkin lebih baik. Namun, batu tidak sadar bahwa dirinya hanya diam menunggu kapan hujan hadir. Kasihan sang batu&#8230; nb: dalam hidup pun begitu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><em id="trans__b1b3434ee153fa85defb219ddd5cc1f2__id_ID__1__1__7377483">oleh <a href="https://www.facebook.com/dickiesa">Dickies Napoleon Ajho</a> pada <em id="trans__da1294fc712a715aba9fa0b1d0614f30__id_ID__1__1__1629832">03 September 2009 jam 14:04</em></em></div>
</div>
<p>Batu..bingung!?!?!x?1<br />
kenapa&#8230;.hujan tak kunjung datang!<br />
hingga, membuat air sungai meluap dan membuat arus menjadi deras- keras,<br />
membawa batu ke tempat lain yang mungkin lebih baik.<br />
Namun, batu tidak sadar bahwa dirinya hanya diam menunggu kapan hujan hadir.<br />
Kasihan sang batu&#8230;</p>
<p>nb: dalam hidup pun begitu, apa anda ingin jadi air hujannya, air sungai nya, atau menjadi batu itu sendiri&#8230;.<br />
<img src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc1/7526_1045181748508_1794580397_101771_1528999_n.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/nasib-batu-di-dalam-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ter-urai Jua</title>
		<link>http://www.padang-online.com/ter-urai-jua/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/ter-urai-jua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 14:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[oleh Dickies Napoleon Ajho pada 03 Juni 2011 jam 4:38 Akhirnya simpul2 ini ter-urai jua, dan jalan terang itu mulai menitik-kan cercahan asa, tak ada ide sempurna di-dapatkan, namun ada kebahagian disini, dari kusutnya pemikiran, kita berbeda tapi kita sama. &#160; Tujuan, latarbelang &#8211;kadang tak ter-urut, namun kita bahagia&#8230; Tak ada yang mudah,tapi kita bahagia&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><em id="trans__b1b3434ee153fa85defb219ddd5cc1f2__id_ID__1__1__7377483">oleh <a href="https://www.facebook.com/dickiesa">Dickies Napoleon Ajho</a> pada <em id="trans__da1294fc712a715aba9fa0b1d0614f30__id_ID__1__1__1629832">03 Juni 2011 jam 4:38</em></em></div>
</div>
<p>Akhirnya simpul2 ini ter-urai jua,</p>
<p>dan jalan terang itu mulai menitik-kan cercahan asa,</p>
<p>tak ada ide sempurna di-dapatkan,</p>
<p>namun ada kebahagian disini,</p>
<p>dari kusutnya pemikiran,</p>
<p>kita berbeda tapi kita sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tujuan, latarbelang &#8211;kadang tak ter-urut,</p>
<p>namun kita bahagia&#8230;</p>
<p>Tak ada yang mudah,tapi kita bahagia&#8230;</p>
<p>Alam telah membuktikan latih-tandingnya!</p>
<p>Kita menyelaraskan gaya saja&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/ter-urai-jua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daun Gugur</title>
		<link>http://www.padang-online.com/daun-gugur/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/daun-gugur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 14:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[oleh Dickies Napoleon Ajho pada 26 Juni 2011 jam 2:45 Satu per-satu daun kering berguguran&#8230;. Tergantikan muda hijau nan-segar&#8230;. Namun, ada gores tertinggal dari luka yang tersirat.. Guratan maya nan jelas.. &#160; Memang, ini sudah adatnya sang Penguasa Alam&#8230; Tak terbantah, walau perih tertinggal goresan itu&#8230; Pilu memang, tapi ya sudahlah, ini-pun ber-ujung, Yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><em id="trans__b1b3434ee153fa85defb219ddd5cc1f2__id_ID__1__1__7377483">oleh <a href="https://www.facebook.com/dickiesa">Dickies Napoleon Ajho</a> pada <em id="trans__da1294fc712a715aba9fa0b1d0614f30__id_ID__1__1__1629832">26 Juni 2011 jam 2:45<br />
</em></em></div>
</div>
<div>
<div>
<p><strong>Satu per-satu daun kering berguguran&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Tergantikan muda hijau nan-segar&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Namun, ada gores tertinggal dari luka yang tersirat..</strong></p>
<p><strong>Guratan maya nan jelas..</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em id="trans__b1b3434ee153fa85defb219ddd5cc1f2__id_ID__1__1__7377483"><em id="trans__da1294fc712a715aba9fa0b1d0614f30__id_ID__1__1__1629832"><img class="alignnone" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="Dio_Photography" src="http://www.padang-online.com/wp-content/uploads/2011/10/307730_2188157317876_1665382137_2134329_4120468_n.jpg" alt="Daun Gugur" width="272" height="340" /></em></em></p>
<p><strong>Memang, ini sudah adatnya sang Penguasa Alam&#8230;</strong></p>
<p><strong>Tak terbantah, walau perih tertinggal goresan itu&#8230;</strong></p>
<p><strong>Pilu memang, tapi ya sudahlah, ini-pun ber-ujung,</strong></p>
<p><strong>Yang saya tahu ada hari esok, </strong></p>
<p><strong>Ada tanggung belum terjawab&#8230;.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jika Sang Maha memberiku kesempatan,</strong></p>
<p><strong>Dan ku sanggup, juga tak masalah&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Aku ingin seperti mereka,</strong></p>
<p><strong>Mereka yang diberikan kemuliaan&#8230;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Meski nista mendera, dan perjalanan ini berat,</strong></p>
<p><strong>Tetap ada secercah harapan untuk-ku berbakti&#8230;</strong></p>
<p><strong>Tak taulah, namun keyakinanku, </strong></p>
<p><strong>Bagaikan Matahari yang tak pupus menyinari Bumi,</strong></p>
<p><strong>Sampai Hayat terjemput takdir&#8230;</strong></p>
<p><strong>Amien&#8230;..</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Banyak Cinta untuk Papa&#8230;.</strong></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/daun-gugur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Angin Menerpa Mu Kawan</title>
		<link>http://www.padang-online.com/jika-angin-menerpa-mu-kawan/</link>
		<comments>http://www.padang-online.com/jika-angin-menerpa-mu-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 14:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.padang-online.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Dickies Napoleon Ajho Didi berkeluh kepada Upi dan Upi menjawab &#8220;Tenang Bro, itu tandanya Bibit loe udah tumbuh dan di karenakan bibit loe bagus, tumbuhnya cukup cepat dan berdaun sehingga angin ingin menggoda batang itu, Didi!!.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div data-ft="{&quot;type&quot;:2}"><em id="trans__ae0214b92f7024b08317cf1f02640127__id_ID__1__1__6355320"><a href="https://www.facebook.com/dickiesa" data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1794580397">Dickies Napoleon Ajho</a></em></div>
<h6 data-ft="{&quot;type&quot;:1}">Didi berkeluh kepada Upi dan Upi menjawab &#8220;Tenang Bro, itu tandanya Bibit loe udah tumbuh dan di karenakan bibit loe bagus, tumbuhnya cukup cepat dan berdaun sehingga angin ingin menggoda batang itu, Didi!!.</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.padang-online.com/jika-angin-menerpa-mu-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

